Kamis, 08 Maret 2012

SEBUAH CERITA TENTANG BID’AH DI DUSUN KAMI

Kang Hanif, seorang anggota Ansor, telah lama didaulat masyarakat di desa untuk memangku masjid. Semua acara keagamaan dia yang memimpin. Suatu hari ada seorang berjenggot panjang dan bercelana cingkrang dari sebelah desa menudingnya sebagai pelaku bid’ah, churafat, takhayul, bahkan syirik.

Selasa, 06 Maret 2012

OPTIMISLAH DALAM HIDUP, JANGAN PESIMIS !


Kita harus yakin bahwa Allah Mahakuasa. Tak ada yang terlepas dari kekuasaan-Nya. Di ‘tangan-Nyalah’ segala sesuatu. Allah Maha mengatur, Allah Maha berkehendak, Allah yang membuat sesuatu menjadi mulia, dan Allah pula yang membuat sesuatu menjadi hina. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, meskipun sulit menurut kita, maka itu pasti terjadi.

Hikmah di Balik Beriman kepada Takdir






“Tiada suatu bencana pun yg menimpa di bumi dan tiada menimpa dirimu kecuali telah tertulis di dalam kitab sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yg demikian itu adl mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yg luput darimu dan supaya kamu tidak merasa bangga dgn apa yg telah diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai tiap orang yg sombong lagi membanggakan diri.”

Jumat, 02 Maret 2012

INDONESIA 0 – BAHRAIN 10, “MEMALUKAN”


Sambil mengisap rokok  Bang Dower  ngasih komen hasil pertandingan Indonesia Bahrain yang berakhir skor 10 gol untuk bahrain dan Indonesia mendapat telor.  “Memalukan!!! “   Itulah kalimat pertama yang keluar ketika Bang Camad, Ojekers yang paling setia dibawah pohon Cherry itu datang. “Apanya Boss yang memalukan”? Si Camad menimpali.  “Gue kagak ngerti tuh Timnas bisa dikasih 10 kosong sama Si Arab, kayak maen badminton aja.... apa Indonesia udah kagak ada orang lagi yang bisa maen bola”.  Si Camad yang baru naruh helm langsung nyamber.... “Kagak usah dipikirin.. kalau Indonesia menang baru kita bingung... tapi kalau kalah kita jangan malu, udah biasaaa... orang pengurus PSSI  anteng-anteng aja kok, kita yang repot... .”

Kamis, 01 Maret 2012

Ojek menyalip, Go-Jek menyelip

FOKUS 7: Des 2010 - Des 2011
Ojek menyalip, Go-Jek menyelip
Roy Thaniago
26 Juli 2011


Di Jakarta, ada pepatah yang tidak akan pernah menjadi klasik: tanyalah alamat kepada tukang ojek.

Oke, oke, itu memang bukan pepatah. Kalimatnya tak indah. Ngarangnya pun barusan. Toh, saya hanya ingin katakan: betapa banyaknya tukang ojek di Jakarta. Jarang ada simpang yang bersih dari ojek, begitu pun mulut gang, seputar stasiun dan terminal, rumah sakit, dekat halte Traja,[1] pasar, titik favorit penumpang turun dari bis/angkot, depan kompleks perumahan, dan seterusnya. Pendeknya, tukang ojek ada di mana-mana. Teror? Justru tidak. Mereka setidaknya bisa difungsikan sebagai GPS berjalan (Global Positioning System): tempat menanyakan alamat. Di beberapa tempat, mereka malah menjadi mitra warga untuk turut menjaga keamanan lingkungan atau mengurai lalu lintas yang kusut. Ketimbang tukang ojek, saya malah lebih takut kalau polisi ada di mana-mana.

GUNUNG SINDUR

Kalau kita dengar Gunung SIndur, tentulah yang terpikir adalah daerah dengan lokasi gunung. Padahal sebenarnya hampir tidak ada gunung.